Perihal Hati dan Kekhawatiran #2
"Tak ada salahnya jika saat ini kamu masih sendiri" itu yang terus aku rapalkan saat orang-orang berlomba untuk memamerkan kekasihnya. jika memang kehadiran dia adalah untuk menjadi tempat bersandarmu, aku fikir, itu hanya akan membuatmu merencanakan patah hati saja.
Tidak. aku tidak akan menyinggung soal dalil dilarangnya pacaran, itu bukan fokusku lagi, karena mau sebanyak apapun aku membual tentang itu, perasaan cinta itulah yang akan tetap menjadi pemenangnya.
Bukan kuasaku untuk mengendalikan perasaan dan hati, aku dan kamu pun juga manusia pasti punya rasa suka dan cinta, iyakan?
Tapi, jujur aku semakin takjub dengan tuntunan islam dalam memilih pendamping hidup. bukan tanpa alasan, dalam islam tidak diperbolehkan pacaran. yaa, selain untuk menjaga dari hal-hal buruk dan kemaksiatan, juga untuk mencegah kita jatuh cinta pada orang yang ternyata ia bukanlah seseorang yang berada di masa depan.
itu sangat membantu untuk kita-kita yang mudah jatuh cinta, yakan? HAHA . (agar tak jatuh terlalu lama).
intinya adalah dalam setiap aturan dan syariat Islam selalu terkandung kasih sayang Allah untuk kita :)
jadi, mau sampai kapan kita tidak menerima kasih sayangNya?
jika alasan pacaran adalah untuk saling mengenal sebelum menikah,dalam islam sudah ada solusi yang lebih indah, yaa... Ta'aruf namanya. walaupun saat ini,banyak sekali yang menggunakan istilah ta'aruf dengan sembarangan, tapi, aku katakan bahwa ta'aruf tidak sama dengan pacaran. bagaimanapun argumentasinya.
jika ditanya, apa bedanya,mungkin singkatnya adalah pacaran bisa disebut jenis perkenalan yang hanya diinginkan oleh kamu dan dia tapi ta'aruf melibatkan Allah pada hasil akhirnya.
jelas,jika pacaran,kamu mendoakan dia yang sudah menjadi objek nyata, tapi ta'aruf mensemogakan dia yang menurut Allah adalah pemenang akhirnya.
berbeda,bukan?
aku menulis ini,bukan karena aku paling tahu atau aku paling berpengalaman.tapi ini yang aku lihat disekitarku.
mungkin saat ini dengan pacaran,kita akan merasa lebih bahagia karena ada dia yang mau berbagi suka dan duka. tapi siapa yang tahu kisah akhirnya? tak jarang yang lama bersama akhirnya tak bersama dalam berumah tangga.
tentu pilihan itu ada pada dirimu sendiri, saat ini aku tak sedang menggaungkan "pacaran adalah haram" tapi aku hanya ingin kamu mencintai dan menyayangi dirimu sendiri.
karena mengaku mencintai seseorang, nyatanya lebih mudah dari berusaha mencintai diri sendiri.
aku hanya akan membantu berdoa untuk kebaikan aku dan kamu,
"semoga yang akhirnya ditakdirkan Allah adalah ia yang mencintai Allah dan rosulNya,ia yang mencintaimu dan kamu mencintainya,ia yang bukan hanya menginginkan bahagia tapi juga akan bersamamu mengusahakan syurga"
sekali lagi,izinkan aku mengatakan "jangan khawatir,rencana Allah selalu yang terbaik" :)
Tulisannya bagus, salam kenal yaa:)
BalasHapushallo kak Aulia, makasih yaa udh mau baca tulisan aku, dengan senang hati salam kenal juga yaa :)
Hapus