Perihal Hati dan Kekhawatiran
Perihal hati dan kekhawatiran.
Mungkin ini bukan hanya kekhawatiran aku sebagai perempuan, yaa ini tentang menemukan dan ditemukan, tentang mendoakan dan didoakan.
Diusia kepala 2 yang banyak dilema, perihal putus cinta hanya soal biasa, entah karena sudah lelah mencari atau memang belum mau mencari lagi.
Ditengah maraknya "pamer ayang" saat ini, aku yakin banyak juga yang masih betah dengan status single nya? Entah karena tak kunjung dapat atau memang merenda taat.
Pernikahan menjadi hal yang didambakan tapi juga sekaligus mengerikan, kisah sana sini jadi perbincangan, soal rumah tangga yang tak sejalan, sampai suami istri saling menjelekkan.
Tapi, tetap menurutku pacaran bukan solusi permasalahan.
Walaupun, aku-pun sama. Di usia kepala 2, pernikahan masih menjadi hal yang mengambang dikepala, "sepertinya aku belum layak" selalu jadi hal pertama terlintas dipikiran.
Ngga apa-apa, mari semangat memperbaiki diri.
Jangan khawatir, jodoh memang sudah diatur Allah, sejauh apapun ia, jika memang jodoh, ada lebih dari 1001 cara untuk akhirnya bisa bertemu dan bersatu, pun sebaliknya sedekat apapun ia, jika memang bukan jodoh ada lebih banyak alasan untuk kata perpisahan, bukan?
Ini salahsatu hal yang menjadi alasan aku untuk tidak memilih pacaran, sebab buat apa berlama-lama bersama tanpa ikatan pasti, kalo akhirnya harus tetap sendiri-sendiri?
Yaa, selain memang dalam islam tidak ada istilah pacaran, aku rasa alasan diatas cukup logis untuk mencegah banyak hal buruk terjadi, setidaknya seperti patah hati.
Semua kisah ada waktunya, begitupun dengan kisahmu yang nanti bukan lagi berbicara tentang dirimu sendiri, tapi mungkin tentang kamu dan dia yang bukan hanya ingin bahagia, tapi juga mendamba syurga bersama.
Tetap kuat ditengah ramainya "pamer ayang" yaa! Tenang, akan ada waktunya.
Oh iya, ada lagi kekhawatiran yang lain, tentang rahasia jodoh, tapi nanti lagi yaa, mau ngerjain uts dulu hihi
Semangaaat utsnyaa🤍
BalasHapusterimakasii,kamupun semangat yaa!:)
Hapus🤍🤍🤍
BalasHapus