Impian yang Berada diurutan Kedua Setelah Impian Menggapai Syurga

Awalnya aku kira mempunyai pemikiran tentang masa depan, membayangkan menjadi seorang istri dan seorang ibu adalah pemikiran yang terlalu kejauhan yang tidak perlu menjadi cita-cita ataupun keinginan. 

Karena hal itu adalah fitrah, setiap perempuan pasti akan merasakan. 

Tapi saat ini, di zaman yang segala hal adalah hak pribadi, dan tak ada yang berhak mencampuri, aku merasa sangat bersyukur karena masih Allah beri nikmat untuk berfikir sesuai dengan fitrah dan ketentuanNya.

Dan saat ini, aku akan menikmati proses menuju impian itu, berupaya menjadi sebaik-baik perempuan yang kelak anak-anakku akan bangga terlahir dari rahim seorang ibu sepertiku. 

Entah, kita tak pernah tahu bagaimana masa depan. Kita hanya bisa berupaya sebaik-baiknya dan bertawakkal penuh yang takkan pernah ada ujungnya. 

Impian menjadi ibu akan ada di list impian tertinggi kedua setelah impian menggapai syurga. 

Tak peduli kelak aku akan menua dengan riuh berisiknya suara anak-anak yang berlarian kesana kemari terkadang merengek meminta ini dan itu atau bahkan sekedar hanya ingin menangis mengekspresikan perasaan.

Tak peduli kelak aku akan memiliki keriput demi keriput bersamaan dengan bertambahnya usia anak-anak, beriringan dengan tumbuh kembang mereka hingga mereka dewasa dan memberikan aku title nenek sesuai dengan jumlah keriputnya. 

Menjadi seorang ibu pasti tidak mudah, bahkan mungkin terbilang susah.

Maka yaa rabb, jangan Kau jadikan aku menjauh dari setiap fitrah yang tak mudah, tapi buatlah aku kuat untuk menjalani semua prosesnya. 

Bahkan jika impian ini tak pernah sampai pada masanya, setidaknya aku berada dijalan yang Kau ridhoi dengan memimpikan fitrah mulia sebagai seorang perempuan.

Dari, 

Aku perempuan abad 20 


Komentar

Postingan Populer