Untuk kamu yang sedang merasa kecil

 Kali ini, aku menulis bagian judul dengan hati berdebar, sedikit teriris dan sedikit optimis.

Bagaimana rasanya sudah memasuki usia kepala dua bahkan lebih?

Rasanya senang dan sedih beriringan, walau kadangkala ternyata lebih banyak sedihnya yaa dibanding senangnya.

Senang, karena masih Allah beri kesempatan untuk menjelajahi petualangan hidup yang tentu lebih banyak ragam tantangannya.

Sedih, karena ternyata segala harap yang dilangitkan selalu bersamaan dengan rasa takut yang terkadang berlebihan.

Bagaimana rasanya pikiran riuh ramai tak terkendali ?

Bagaimana rasanya hati sesak menyimpan gundah gulana sendiri ?

Beginilah rasanya menginjak usia kepala dua lebih satu, yang katanya menuju dewasa tapi untuk berani melangkah saja ternyata tak semudah itu. 

Aku tak bisa menuliskan kata-kata motivasi pada bagian ini, karena pada akhirnya itu tidak terlalu perlu.

Terlepas dari semua itu, masih ada satu hal yang bisa tetap kita yakini, bahwa tidak semua yang menjadi khawatirmu kelak akan menjadi takdirmu. 

Walau sesak di dada rasanya semakin menghimpit, banyak kekhawatiran yang tak kuasa kita bagikan, tak apa, perlahan sesaknya akan berkurang, meski harus sedikit demi sedikit. 

Walau seringkali air mata hanya dapat kita simpan sendirian, sungguh tak apa, terkadang memang itu yang kita perlukan. 

Walau harap dan takut tak bisa dipisahkan, aku harap kita akan tetap dapat bermimpi dengan bebas, lepas, layaknya semua itu akan tetap terwujud dengan bentuk terbaik dan tanpa batas. 

Walau hari ini kita sedang merasa kecil, perlu kita ingat, bahwa tak ada do'a yang tak ada jawabnya. 

Terakhir, izinkan aku mengucap, 

Selamat menemukan lagi mimpi dan menjadi lebih kuat setelahnya! 



Komentar

Postingan Populer