Butuh Ruang Sendiri

Pernah tidak kamu mempertanyakan "mengapa harus ada kata naik turun dalam hal iman ? tak bisa kah iman kita terus naik tanpa harus merasakan turun?" itulah pertanyaan yang tiba-tiba terlintas di kepala. akhirnya pertanyaan ini yang membawaku merenung menerka jawab yang mungkin saja membawa pada kebenaran dan ketentraman hati. 

Sama halnya dengan hal-hal lain yang selalu saja berpasangan, begitupun dengan iman, jika ada istilah 'naik' pastilah ada istilah 'turun'. belakangan aku mendengarkan lagu Tulus yang berjudul "Ruang Sendiri" sepintas mungkin tak ada yang istimewa dalam setiap liriknya,tapi ada sepenggal lirik yang menyita perhatianku; 

beri aku kesempatan tuk bisa merindukanmu 
beri juga aku ruang bebas dan sendiri
aku butuh tahu 
seberapa ku butuh kamu
percayalah, rindu itu baik untuk kita. 

Terdengar biasa saja, tapi jika konteks nya kita kaitkan dengan topik kita kali ini, aku rasa ada satu benang merah yang menjadi penghubung, tentang iman yang turun yang berarti adalah 'jarak' yang tercipta antara kita dengan Allah, dan jarak yang tecipta itulah yang menciptakan perasaan rindu "aku butuh tahu seberapa ku butuh kamu" yaa, maknanya menjadi dalam, setelah kita menyadari bahwa sedang tercipta jarak antara kita dengan Allah, seringkali dari sana kita akhirnya tahu seberapa kita butuh terhadap rabb kita seberapa rapuh kita tanpaNya, seberapa tak berdaya nya kita tanpa pertolonganNya. 

Maka, jika saat ini kondisi iman kita sedang turun, mari resapi seberapa kuat kita jauh dengan Allah, seberapa kuat kita tanpa pertolonganNya, jawabannya ada pada diri kita masing-masing. 

Kita mungkin butuh ruang sendiri, untuk sekedar melipir sejenak dari riuhnya duniawi, dari berisiknya manusia-manusia yang terkadang tak tahu diri, tapi bisakah kita mencipta ruang sendiri dari rabb yang bahkan mencipta semua ruang dalam hati? 

Mari pulang, merayakan rindu dan kembali mengikis jarak yang menyiksa ini, mari kembali pulang pada rengkuhan rahmaan rahiimNya, mari sama-sama katakan "Aku kembali yaa rabb" nyatanya aku tak bisa tanpaMu barang sedetik pun, nyatanya aku tak berdaya tanpa pertolonganMu. 

(Ditulis dengan perasaan lega nan hangat meski Bandung sedang dingin-dinginnya;)



Komentar

Postingan Populer