In My Qadarullah Era.
Udah sampai fase dimana setiap ada hal tak terduga menghampiri, seberapa sulit itu, seberapa buat kecewa hal itu, yang keluar dari mulut kita adalah "gapapa" .
bukan karena menyerah, tapi mungkin hal itu adalah cara kita bertahan, cara kita untuk terus berusaha husnudzan atas apapun takdir yang datang, senang atau sedih, baik atau buruk, kita tetap berharap semua ada baiknya, semua ada untungnya.
karena ternyata, terkadang hal yang kita anggap buruk, suatu saat kita akan mensyukurinya, dan hal yang kita anggap baik, gak menutup kemungkinan akan mendatangkan penyesalan.
begitulah hidup gak ada yang tahu hari esok.
cara kerja semesta memang unik ya? apa yang kita kejar mati-matian terasa semakin jauh dari genggaman, tapi apa yang gak pernah kita bayangkan mendekat tanpa harus sikut-sikutan.
benar adanya, kalau rencanaNya memang paling terbaik, takdir yang datang gak pernah salah tujuan, kalau memang itu untuk kita, ia akan menghampiri meski harus melalui 1001 cara, yang bukan untuk kita, takkan pernah menjadi milik kita meski sudah didepan mata.
berusaha semampunya, berserah seutuhnya.
seringkali yang membuat kita "lelah" adalah karena kita lebih memilih memikirkan hasil akhirnya, "gimana ya kalau ini ga tercapai" "gimana kalau ternyata gagal" dan seterusnya, kita lupa bahwa tugas kita hanya sampai pada usaha, soal hasil bukan urusan kita.
In my qadarullah era ternyata gak seburuk itu.
Komentar
Posting Komentar