Patah hati yang menyenangkan
Dan akhirnya hari ini aku bercerita tentang pengalaman patah hati bertahun yang lalu, setelah sekian lama tak pernah menuliskan soal ini karena dulu ku pikir, patah hati adalah suatu 'aib' dan kebodohan. Tapi sekarang aku merasa bahwa pengalaman patah hati itu adalah perjalanan proses pendewasaan.
Dan mungkin, cerita ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan teman-teman tentang "apakah seseorang seperti aku pernah jatuh cinta? "
Aku mengenal patah hati di usia 17 tahun. "rasanya bagaimana?" jika jatuh cinta berjuta rasanya maka patah hati tak kalah banyak macam rasanya.
Dulu, aku tak pernah berfikir akan merasakan yang namanya patah hati, setiap kali ada teman yang menangis karena patah hati, aku dengan bijak terus mengeluarkan kata-kata mutiara, menyuruh mereka segera melupakan toh pada akhirnya mereka akan segera tertawa lagi.
Tapi, setelah aku juga merasakan, ternyata patah hati bukan hanya perihal dikhianati atau ditinggalkan orang yang dicinta saja.
Melainkan tentang sakitnya rasa kecewa setelah banyak menggantungkan harap pada makhluk bernama manusia.
Tentu saat aku merasakan itu, sama seperti yang lainnya merasa sesak, kesal, dan menyesal.
Dia yang selama ini ku anggap seseorang yang pantas untuk dicintai, mengisi kekosongan hati, juga penguat disetiap kondisi ternyata hanya sebatas seseorang yang datang untuk memberikan pelajaran.
Jatuh cinta sejatuh-jatuhnya memang harus menyiapkan hati untuk kecewa sedalam-dalamnya.
Sama dengan yang lainnya, aku menangis sejadi-jadinya saat merasakan patah hati. Tapi sekarang, saat aku mengingat hal itu, aku sangat merasa bersyukur karena saat aku merasakan patah hati kehilangan, aku sadar aku sudah terlalu jauh berharap pada selain pemberi kehidupan.
Maka saat ini, mengingat momen patah hati bagiku terasa menyenangkan karena seperti mengingat perjalanan aku kembali pada satu-satunya yang pantas aku jadikan sandaran.
Patah hati tidak selalu buruk, bukan? Patahlah sesekali, karena dengan merasakan patah, kamu akan tahu bagaimana romantis nya Allah mencintai kita melebihi diri kita sendiri.
Jika sudah terlanjur patah hati, nikmatilah, nikmatilah rasa sakit itu seperti kamu menikmati rasa rindu saat kamu jatuh cinta.
Jatuh cinta memang berjuta rasanya, tapi patah hati berjuta hikmahnya.
Walau begitu, jika masih bisa mencegah patah hati, cegahlah hal itu terjadi, jadilah muslimah yang berjuang mengendalikan rasa, jadilah muslimah next level yang layak untuk nanti menemani merenda syurga.
Komentar
Posting Komentar