Merayu Kamu
Sudah lama rasanya aku tidak menuliskan pesan hati yang tersimpan untuk kamu yang sampai saat masih menjadi teka teki. Hari ini, aku tergerak menuliskan ini, menulis keresahan yang dirasa saat ini.
Kali ini, aku bukan berbicara tentang aku yang meragukan takdir pertemuan kita, tapi ini tentang beratnya peran yang akan kita tanggung bersama saat takdir pertemuan sudah didepan mata.
Entah, saat ini aku hanya ingin mengatakan padamu, jangan terburu-buru menemuiku, mari sama-sama berjalan perlahan, menikmati perjalanan meraup sebanyak-banyaknya ilmu dan hikmah hingga nanti sampai pada saat saling menemukan.
Karena aku banyak cela, semoga dengan hadirnya kamu nanti, berjodohnya kita menjadi penyempurna. Aku banyak melalui kesedihan, semoga dengan hadirnya kamu nanti, bertemunya kita menjadi pintu hadirnya banyak kebaikan dan kebahagiaan.
Tidak, aku tidak berharap ketika nanti kita bertemu, kita akan bertemu dalam wujud sempurna dari setiap pengharapan. Saling menemukan dalam versi terbaik diri kita adalah suatu kecukupan.
Tak usah khawatir tentang kapan dan bagaimana nanti kita dipertemukan, karena Allah sebaik-baik pengatur pertemuan bukan ?
Sudah banyak cerita dua insan yang dipertemukan oleh takdir, sebab mereka berjodoh maka Allah lah yang pertemukan, aku harap, semoga cerita mereka cukup membuat kita bernafas lega, bahwa jodoh memang takkan kemana.
Semogaku, kelak ketika kita ditakdirkan untuk bersama, bukan hanya menjadi sepasang yang hanya akan mengusahakan bahagia tapi kita akan bersama-sama membangun keluarga bervisi syurga, tak hanya mengusahakan rumah impian yang nyaman, tapi juga membangun rumah yang dibangun dengan segenap hati untuk banyak hal kebaikan, begitupun dengan aku, kelak aku akan mengusahakan menjadi perempuan berkarir syurga, kamu juga ya? kelak jadilah pemimpin yang menuntun pada banyaknya kebaikan dan kebermanfaatan untuk sesama.
Lagi-lagi, kini aku hanya ingin mengatakan padamu, mari memaksimalkan diri menjadi sebaik-baik hamba, agar ketika bertemu nanti, kita akan menjadi sepasang yang merenda bahagia hingga syurga.
Komentar
Posting Komentar