lagian, ini adalah kehidupan pertama kita bukan?

setiap kali menyesali keputusan dalam hidup, aku selalu mengingatkan diri sendiri bahwa ini adalah kehidupan pertama bagiku. apapun peran yang sedang kita lakoni dalam hidup ini, semua adalah kali pertama kita dalam menjalaninya, bukan? 

Meski, suara bising orang-orang diluar sana pasti mengganggumu, perkataan-perkataan mereka menghakimimu seolah kamu tidak melakukan usaha apapun dalam hidupmu, hmmm, lelah sekali jika kita dengarkan semua omong kosong itu. 

benar kata orang, kita hanya mempunyai dua tangan, maka kita tidak akan pernah bisa menutup semua mulut jahat orang lain, tapi kita bisa menutup telinga kita sendiri. Karena pada kenyataannya, mereka tidak pernah tahu berapa kali kita rela terjatuh untuk bisa mewujudkan ekspektasi diri kita sendiri, mereka tidak pernah tahu sudah berapa banyak tangisan yang mewakili hari lelah kita, mereka tidak pernah tahu sekusut apa isi kepala kita pada malam hari. 

 kalau sudah begitu, jika dipikir kembali, memang kita hidup untuk siapa? kita sedang mengusahakan apa? dan memangnya tujuan akhir kita itu kemana? 

mengejar dunia yang tidak akan pernah ada habisnya adalah bentuk kesia-siaan yang sempurna, memenuhi setiap ekspektasi orang lain terhadap kita adalah bentuk kebodohan yang nyata. 

bukankah, dunia ini hanya permainan? yang seharusnya kita simpan dalam genggaman bukan malah dijadikan tujuan. 

mungkin, memang tujuan kita yang salah, atau mungkin kita memang tidak benar-benar tahu arah tujuannya. 

tanpa sadar, kita seringkali menjadi maha segalanya sehingga mati-matian melakukan apapun untuk mewujudkan ingin dan angan tapi lupa bagaimana cara kerja semesta, tidak semua yang kita usahakan bisa dapat hasil sesuai dengan apa yang kita inginkan, tapi tenang, hasil itu seringkali hal yang lebih besar dari apa yang kita bayangkan, itulah cara kerjaNya. 

pemilik semesta tahu apa yang kita butuhkan, maka Ia penuhi itu, jadi, selain kerja-kerja nyata dalam mewujudkan angan dan ingin, kita juga perlu kerja do'a untuk menyempurnakan hasilnya. 

kita hidup untuk kehidupan selanjutnya, kehidupan yang Allah persiapkan tergantung bagaimana kita mempersiapkannya.   

Komentar

Postingan Populer