Marriage Is Scary

Aku, kamu kita mungkin tidak pernah membayangkan akan sampai pada zaman, fase dimana hal normal menjadi "aneh" dan hal "aneh" menjadi normal. aku bingung, harus senang atau sedih menghadapi fenomena ini. 

senang, karena zaman semakin berkembang, orang-orang mau "berfikir" bahkan berani menyuarakan pendapat. sedih, karena zaman yang semakin berkembang membawa kita jauh dengan "fitrah" seorang muslim, orang-orang berfikir bebas tanpa ingat tuntunan agama, menyuarakan pendapat menjadi ajang debat pemuas ego yang berkepanjangan. 

terlebih bagi kita seorang perempuan, dari dulu, banyak hal yang menyangkut kita menjadi bahasan yang sungguh tabu, padahal penting untuk diketahui, penting untuk dijaga hingga tetap lestari. 

belakangan, segala hal soal perempuan selalu ramai menjadi perdebatan, yaa, tentang aurat, pernikahan, bahkan memiliki anak. bahasannya beragam, dan tentu memicu perdebatan. 

aku selalu bertanya-tanya, apakah menjadi perempuan memang serumit itu? apakah menjadi perempuan ternyata memang sesulit itu? 

mirisnya, hal se-normal mempunyai keinginan menikah dizaman sekarang juga menjadi perdebatan, aku setuju jika pernikahan bukan suatu hal yang bisa menjadi bahan candaan, aku juga sangat setuju jika pernikahan harus dengan kesiapan yang matang. tapi, sejujurnya, aku sedikit terganggu, dengan narasi bahwa pernikahan hanya menambah-nambah masalah, dan ini ramai diperbincangkan di sosial media berbarengan dengan berita perselingkuhan hingga perceraian artis abcd sampai z. hingga akhirnya membuat orang-orang khususnya perempuan menjadi enggan menikah, sekali lagi, ENGGAN menikah.

tapi, aku merasa tidak berhak menghakimi pilihan orang lain karena tidak mengetahui alasan mereka sehingga mereka mempunyai pemikiran seperti itu, hanya, aku fikir, sebagai seorang muslimah, tanpa sadar, kita sudah "bermain" terlalu jauh hingga perlahan meninggalkan fitrah mulia seorang muslimah itu sendiri. 

Trend tiktok "Marriage Is Scary" sedang jadi bahan perbincangan banyak orang, perempuan-perempuan mengutarakan ketakutan-ketakutannya tentang pernikahan, takut jika sudah menikah, kita harus mengubur dalam-dalam semua impian, meninggalkan banyak kebahagiaan, atau dituntut harus selalu berkorban paling depan, ditambah tiap hari isu perselingkuhan dan KDRT semakin menambah kalut perasaan. 

Dulu, aku kira mempunyai pemikiran tentang masa depan, membayangkan menjadi seorang istri dan seorang ibu adalah pemikiran yang terlalu kejauhan yang tidak perlu menjadi cita-cita ataupun keinginan. 

Karena hal itu adalah fitrah, setiap perempuan pasti akan merasakan. 

Tapi saat ini, di zaman yang segala hal adalah hak pribadi, dan tak ada yang berhak mencampuri, aku rasa ketika saat ini, kita masih menyimpan 2 hal tadi sebagai list impian, kita patut bersyukur karena masih Allah beri nikmat untuk berfikir sesuai dengan fitrah dan ketentuanNya. 

bahkan, aku fikir, semakin kesini, menjadi seorang istri dan ibu sholihah harus menjadi list impian pertama setiap perempuan. 

Pernikahan memang akan menakutkan, jika bukan bersama orang yang tepat, tapi tugas kita saat ini hanya berupaya sebaik-baiknya dalam memperbaiki diri, sisanya, jika usia kita sampai pada pernikahan, mohon pada Allah agar dipertemukan dengan laki-laki yang tepat menurutnya dan mau bersama-sama mengusahakan syurga. 

Komentar

Postingan Populer